Pertengahan abad kedua puluh, salah satu jenis huruf yang paling populer di dunia barat adalah Helvetica. Ini dikembangkan oleh Haas Foundry di Swiss pada tahun 1950-an. Kemudian, Haas bergabung dengan Linotype dan font Helvetica dipromosikannya. Sebuah ikon dari tipografi Swiss, Helvetica melalui desainnya pada tahun 60-an identik dengan kemodernan, progresif dan sikap kosmopolitan. Dengan tipografi yang kelihatannya ramah, ceria dan garis-garis yang bersih, font Helvetica menjadi jenis font yang hampir sempurna dan digunakan untuk keperluan apa saja dan segalanya. “Jika ragu, gunakan Helvetica” itu adalah peraturan umum.
Tetapi pada tahun 70-an, banyak desainer mulai bosan dan pindah ke model tipografi lain, tapi saat itu font Helevetica tetap menjadi font yang digunakan sehari-hari. Bahkan pada awal era 80-an ketika Adobe mengembangkan PostScript, mereka memilih Helvetica sebagai salah satu dari empat font dasar harus disertakan dalam setiap lisensi PostScript mereka (bersama dengan Times, Courier, dan Symbol). Lisensi Adobe pada tiap font diberikan untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap jenis integritas, penemu dan desainer. Mereka mungkin menyadari bahwa jika mereka tidak memberikan lisensi pada font tipografi populer ini, maka industri seni grafis profesional tidak akan menerima mereka.
Pada akhir tahun delapan puluhan, fenomena desktop publishing berjalan dengan lancar. Dipimpin oleh Macintosh dan program-program seperti PageMaker, dan dimungkinkan oleh Adobe PostScript, siapa pun bisa melakukan type setting profesional yang berkualitas pada komputer pribadi dengan biaya yang murah.
Tapi hal itu menyebabkan beberapa masalah. Ada dua jenis font PostScript: Tipe 1 dan Tipe 3. Font Tipe 1 mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan font Tipe 3. Adobe menyediakan informasi tentang pembuatan font Tipe 3, tetapi merahasiakan teknologi font Tipe 1 (mengenai cara pembuatannya). Jika Anda ingin menggunakan font Tipe 1, Adobe adalah satu-satunya sumber. Orang lain yang ingin membuat atau menjual font Tipe 1 ini harus puas dengan format Tipe 3. Adobe ingin menguasai pemasaran font Tipe 1 ini secara sendiri (monopoli).
Tipografi Arial sendiri dirancang pada tahun 1982 oleh Robin Nicholasdan Patricia Saunders. Pada tahun 1989, sejumlah perusahaan berusaha untuk memecahkan format Tipe 1 atau merancang alternatif lainnya. Apple dan Microsoft menandatangani perjanjian kerjasama untuk menciptakan alternatif font untuk teknologi Adobe. Sementara Microsoft bekerja dengan TrueImage, untuk bahasa deskripsinya, Apple mengembangkan format TrueType. TrueType adalah format yang lebih terbuka dan kompatibel tapi tidak tergantung pada PostScript. Hal ini efektif memaksa Adobe, menyebabkan mereka akhirnya membuka rahasia tentang format Tipe 1.
Pada waktu yang bersamaan, “klon” PostScript sedang dikembangkan untuk bersaing dengan Adobe. PostScript membuat font yang “mirip”, karena font asli dimiliki oleh mitra bisnis mereka yaitu Adobe. “Klon” PostScript ini, dijual oleh Birmy, dan dianggap sebagai pengganti font Helvetica yang disebut font Arial.
Arial tampaknya merupakan font yang mirip dengan font Helvetica. Karena font Arial ini mirip dengan Helvetica, maka font Arial secara otomatis menggantikan Helvetica. Setelah kebanyakan orang akan mengalami kesulitan melihat perbedaan antara jenis huruf serif dan sans serif, maka berikutnya mereka juga mengalami kesulitan melihat perbedaan jenis huruf Arial dan Helevetica ini.
Yang aneh dari font Arial ini adalah bahwa font Arial ini merupakan salinan langsung dari Helvetica tetapi ini bisa dengan mudah dilakukan dan berhasil lolos. Di banyak negara terutama Amerika Serika, jenis dan desain huruf dilindungi secara hukum. Jadi, jika Anda ingin membeli font Helvetica, Anda harus membeli pada Linotype. Jika Anda memilih untuk membeli font Compugraphic, AM, atau peralatan typesetting Alphatype, anda tidak bisa menggunakan font Helvetica. Sebaliknya, Anda punya pilihan pada font Triumvirate, atau Helios, atau Megaron, atau Newton, atau apa pun. Setiap produsen memiliki typesetting Helvetica yang mirip. Ini dimungkinkan karena sebagian dari font “Helvetica” yang ada pada tahun 70-an sebenarnya tidak mirip dengan font Helvetica yang asli.
Ketika Microsoft membuat format font TrueType standar untuk Windows 3.1, mereka memilih menggunakan Arial daripada Helvetica, mungkin karena lebih murah dan mereka tahu kebanyakan orang tidak akan tahu (atau bahkan tidak peduli) pada perbedaannya. Jadi, Arial yang ada sekarang sebenarnya merupakan efek samping dari kesuksesan Windows itu sendiri dan Font Arial ini ada untuk menghindari pembayaran lisensi.
Dari dua postingan tentang sejarah font yaitu Arial dan Times New Roman, apa komentar Anda tentang dua font tersebut dilihat dari segi sejarahnya. Terima kasih atas komentarnya.

No comments:
Post a Comment